Tak ada yang mampu menghentikan waktu
Waktupun terus berjalan …
Tahun pun berganti …
Sosok tubuh mungil dengan tawanya yang ceria itu telah hilang
Rumah besar di tengah kota itupun telah lenyap
Canda tawa pun tak terdengar lagi
Hanya kenangan yang tertinggal
Dengan impian indah sang bocah kecil tenggelam di dalamnya.
……
Seorang gadis remaja berjalan perlahan, melangkahkan kakinya di sebuah rumah yang sangat sederhana di pinggiran kota.
Baru saja dia membuka pintu rumah, terdengar suara ribut-ribut dari dalam.
Hhhhhhhhh… keluh Ria, suara-suara itu sudah tak asing lagi baginya, setiap hari terdengar, seakan tanpa henti.
Suara tangisan ibu, suara teriakan ayah, dan suara barang-barang pecah yang dibanting dengan sengaja, prang !!!!!
Ria melangkah dengan cepat ke dalam kamarnya, dilemparkannya tas sekolahnya di atas kasur dan sesaat kemudian dia menghempaskan tubuhnya di sana. Diambilnya kapas, ditutupnya telinganya dengan kapas itu, tapi suara pertengkaran itu masih terdengar. Dia ingin melerai, tapi tak berani .. tak kuasa.
Ditutupnya telinganya dengan kedua tangannya, ditekannya kuat-kuat sampai terasa panas .. panas sekali!!
Telinganya sudah merah membara, tapi percuma saja, suara neraka itu masih tetap masuk ke dalam kamarnya yang memang tidak mempunyai pintu, menembus sehelai kain penutup yang berfungsi sebagai pintu kamarnya.
Ria berlari ke dalam kamar mandi belakang, berharap suara itu bisa lenyap.
Tapi harapan ….hanyalah harapan.
Akhirnya dia terduduk lemas di sudut kamar mandi, terisak perlahan.
Tubuhnya menggigil …..gemetar …..
Aku tak mau mendengar lagi !!!! Aku tak mau mendengar lagi !!!!!
Tuhan, kapan semua ini akan berakhir ?
Rumah ini sudah bukan rumah yang nyaman lagi untuk tinggal, rumah ini sudah seperti neraka …neraka!!!
Panas membara !!!
Aku ingin keluar dari rumah ini secepatnya, aku ingin cepat dewasa, aku ingin lari dari neraka ini !
Di luar sana banyak orang buta, tuli dan cacat tubuh.
Mereka semua memang sangat menderita, tapi aku juga menderita , Tuhan!
Hatiku yang menderita, hatiku yang terluka!!
Aku ingin jadi buta biar mataku tak melihat semua ini …
Aku ingin jadi tuli biar telingaku tak mendengar suara pertengkaran lagi …
Aku ingin tubuhku yang cacat, daripada hatiku yang cacat …
Salahkah ? Salahkah aku jika aku menginginkan keluarga yang bahagia ? Salahkah ?
Kalau saja bumi ini bisa terbelah, aku ingin tubuhku tenggelam di dalamnya.
Biarlah bumi ini menenggelamkan diriku,
menenggelamkan harapan-harapanku..
menenggelamkan semua mimpi-mimpiku ..
…………………